Selasa, 03 Januari 2017

Berwirausaha dengan Kertas Bekas



PERENCANAAN WIRAUSAHA BERSAMA

Usaha yang Diambil        : “Bisnis Kertas Bekas”
Peluang Usaha                 : Prospek bisnis dan peluang usaha bisnis kertas bekas di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Sampah kertas yang dikelola dengan daur ulang saat ini masih belum bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan industri kertas Indonesia, sehingga masih memerlukan kertas impor dari luar negeri.
Pada tahun 1997, tingkat konsumsi kertas sebanyak ± 3.119.970 ton sedangkan sampah kertas yang kembali sebagai bahan baku kertas hanya mencapai ± 980.000 atau baru mencapai 31%.
Dalam lingkup nasional (dengan asumsi jumlah produk 180 juta jiwa, laju produksi sampah 2liter/orang/hari, dan komposisi 6,17%) jumlah timbunan limbah kertas di Indonesia dapat mencapai 1.599.000 ton/tahun. Sementara itu, sejalan dengan meningkatnya jumlah dan aktivitas penduduk, jumlah timbunan sampah kertas akan terus meningkat bersamaan dengan meningkatnya junlah sampah lainnya.
Di dunia perkantoran setiap bulannya akan sangat jelas memiliki timbunan kertas yang cukup banyak baik itu berupa kertas jenis HVS, koran maupun kardus. Dari pada dibuang dan dibakar lebih baik dikumpulkan dan didaur ulang kembali.
Selain itu untuk mahasiswa yang tertarik untuk menggarap usaha ini, sudah tentunya memiliki sedikit kemudahan. Karena setiap mahasiswa sudah sangat jelas tentunya memiliki banyak timbunan kertas yang tidak terpakai ditempat tinggalnya. Selanjutnya hanya memikirkan bagaimana cara memperoleh banyak kertas dari mahasiswa lainnya. Untuk itu kita harus memiliki banyak relasi dengan memanfaatkan sosial media yang ada dengan menyebarkan pamflet berupa informasi membeli kertas bekas sesuai jenis kertas dengan harga yang sesuai. Bahkan menempelkan pamflet yang sudah di print ke tempat-tempat yang sering dikunjungi mahasiswa, siswa sekolahan bahkan pekerja kantoran.
Saya tekankan usaha ini tidak hanya bisa digarap oleh sarjana yang masih menganggur, pegawai yang baru saja di PHK, namun bisa dilaksanakan oleh siapa saja yang memiliki keinginan yang besar. Karena saya yakin orang yang melihat usaha ini akan melihat ke prospek yang baik. Mau tau alasannya ? Disini Anda akan berwirausaha dan menabung pahala. Ya jelas Anda akan mendapatkan pahala sebab Anda telah menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Dan usaha yang sejalur dengan keinginan Tuhan akan selalu mendapat respon yang positif. Anda setuju ?

Analisis Perencanaan Biaya :
a.       Investasi Awal
Mobil Pick Up bekas
Rp 35.000.000

b.      Biaya Operasional Per Bulan
Pulsa telepon
Rp 150.000
Pemasaran (pamflet, internet, dsb)
Rp 100.000
Administrasi
Rp 100.000
Kendaraan (pemeliharaan dan bahan bakar)
Rp 500.000

c.       Perkiraan Pendapatan Per Bulan
Pendapatan per Kg kertas
Kertas HVS @ Rp 2000/Kg
Kertas kardus @ Rp 1500/Kg
Kertas koran @ Rp 1500/Kg
Pendapatan per bulan
Kertas HVS sebanyak 10 ton = 10 x 1000 Kg x Rp 2000/Kg = Rp 20.000.000
Kertas Kardus sebanyak 5 kwintal = 5 x 100 Kg x Rp 1500/Kg = Rp 750.000
Kertas koran 5 kwintal = 5 x 100 Kg x Rp 1500/Kg = Rp 750.000

Total Pendapatan = Rp (20.000,000 + 750.000 + 750.000) = Rp 21.500.000

Proyeksi Laba Per Bulan
A
Pendapatan Per Bulan
Rp 21.500.000
B
Pulsa telepon
Rp 150.000
Pemasaran (pamflet, internet, dsb)
Rp 100.000
Administrasi
Rp 100.000
Kendaraan (pemeliharaan dan bahan bakar)
Rp 500.000
Total Biaya Operasional
Rp 850.000
C
Laba Usaha Bersih (A-B)
Rp 20.650.000

Langkah-langkah persiapan untuk memulai usaha ini :
1.             Tentukan target penjualan kertas bekas Anda. Biasanya, pebisnis kertas bekas akan bekerja sama dengan industri daur ulang kertas atau industri-industri lain yang menggunakan kertas bekas sebagai bahan baku.
2.             Jalinlah relasi dengan perusahaan yang banyak menggunakan kertas. Dari sanalah Anda akan memperoleh suplai kertas bekas untuk disalurkan kepada industri daur ulang kertas bekas aau industri lain yang memanfaatkan kertas bekas sebagai bahan bakunya.
3.             Pilihlah tempat usaha yang tepat untuk dijadikan gedung penyimpanan kertas dan tenpat Anda melakukan transaksi jual beli. Pastikan tempat usaha Anda strategis agar proses penyaluran kertas bekas tersebut menjadi lebih mudah dan efektif.
4.             Mulailah mempromosikan bisnis kertas bekas Anda dengan langkah-langkah yang tepat dan cerdas sehingga usaha Anda lekas berkembang.

Faktor yang perlu diperhatikan
1.             Jalinan kerjasama antar perusahaan yang akan membeli kertas bekas yang dikumpulkan.
2.             Mencari link untuk mengumpulkan kertas.
3.             Kualitas kertas bekas.

Bagainana wirausaha merespon faktor-faktor tersebut
1.             Menjaga komunikasi kepada pihak pembeli kertas agar terjalin kerja sama yang sehat. Memberikan kualitas kinerja yang terbaik agar hubungan kerja sama antar kita dan perusahaan pembeli kertas ke arah yang lebih baik ke depannya.
2.             Mengumpulkan kenalan yang bekerja di perkantoran, mahasiswa, dan lain sebagainya agar kita lebih mudah  untuk mengumpulkan kertas bekas.
3.             Sortir barang sesuai dengan jenis kertas bekas.